Modifikasi suspensi motor tidak selalu dilakukan demi gaya. Bagi sebagian pengendara, penyesuaian tinggi motor menjadi kebutuhan agar posisi berkendara lebih nyaman dan sesuai postur tubuh.
/data/photo/2024/07/30/66a820989ee42.jpg)
Modifikasi suspensi motor harus dilakukan dengan perhitungan agar tetap nyaman dan aman dikendarai. (Foto: Kompas)
Motor skutik gambot seperti Yamaha Nmax, Aerox, atau Honda PCX memiliki jok yang cenderung lebar. Kondisi ini bisa membuat sebagian pengendara kurang nyaman, terutama saat kaki sulit menapak sempurna.
Salah satu solusi yang sering dipilih adalah penyetelan atau modifikasi suspensi agar motor terasa lebih rendah. Namun, proses ini tidak boleh dilakukan sembarangan.
Muhamad Rizal, pemilik bengkel spesialis sokbreker Pak Yani Pedan, Klaten, menjelaskan bahwa membuat skutik gambot lebih pendek harus dilakukan secara terukur.
Menurutnya, pemotongan per dan poros harus proporsional. Jika terlalu banyak dipotong, gerakan sokbreker menjadi terbatas dan kenyamanan berkendara bisa menurun.
“Membuat skutik gambot lebih pendek harus terukur, tidak bisa sekali jadi,” ujarnya, mengacu pada keterangan yang beredar.
Modifikasi yang terlalu ekstrem dapat membuat suspensi lebih kaku. Dampaknya, peredaman berkurang dan motor terasa kurang nyaman saat melewati jalan tidak rata.
Biaya modifikasi suspensi disebut bervariasi, mulai dari Rp120.000 hingga Rp150.000 untuk sepasang sok belakang. Beberapa bengkel juga memberikan garansi penyetelan ulang jika hasilnya belum sesuai.
Bengkel lain menyebut biaya bisa berbeda tergantung tingkat kerumitan. Sebab, modifikasi suspensi sering membutuhkan penyesuaian setelah dicoba langsung oleh pemilik motor.
Bagi biker, kenyamanan dan keselamatan tetap harus menjadi prioritas. Motor yang terlihat keren tetap harus enak dikendarai, stabil, dan aman saat digunakan harian maupun touring.
Sumber: Lihat artikel asli