Perjalanan jauh menggunakan sepeda motor selalu menyimpan cerita yang tidak biasa. Hal itu dialami Daeng Anshar, biker Indonesia yang melakukan perjalanan menuju Arab Saudi menggunakan motor dan sempat melewati Afghanistan.

Daeng Anshar, biker Indonesia yang melakukan perjalanan jauh menggunakan sepeda motor. (Foto: Detik)
Daeng menyebut Afghanistan menjadi salah satu negara paling berat dalam perjalanannya. Ia berada di wilayah tersebut selama sekitar dua minggu dan mengalami berbagai momen yang membuatnya tegang.
Ketegangan dimulai ketika Daeng hendak menyeberang dari Tajikistan menuju Afghanistan. Perbatasan kedua negara hanya dipisahkan oleh sebuah jembatan, tetapi suasananya terasa seperti memasuki dunia yang berbeda.
Menurut Daeng, pagi itu kabut masih menutupi area perbatasan. Saat kabut mulai terbuka, ia melihat bendera putih bertuliskan kalimat tauhid yang menjadi penanda wilayah Taliban.
Awalnya, Daeng merasa deg-degan. Namun, rasa cemas itu berkurang setelah melihat para anggota Taliban tersenyum ketika menyambutnya.
“Ternyata mereka senyum. Saya pikir, sepertinya mereka menyambut,” ujar Daeng, mengacu pada cerita yang disampaikan dalam siniar otomotif.
Daeng juga menceritakan bahwa mereka terlihat senang ketika mengetahui dirinya berasal dari Indonesia. Momen tersebut membuat ketegangan berubah menjadi pengalaman yang lebih cair.
Selain cerita bertemu Taliban, Daeng juga mengalami kendala teknis. Sasis motornya sempat patah di Afghanistan, tetapi ia masih mampu melanjutkan perjalanan sekitar 3.000 kilometer hingga tiba di Uni Emirat Arab.
Ada pula cerita unik ketika anggota Taliban kebingungan melihat motor matik yang digunakan Daeng. Mereka mencari tuas gigi seperti pada motor kopling, tetapi tidak menemukannya.
Bagi biker Indonesia, kisah ini menjadi bukti bahwa perjalanan jauh bukan hanya soal jarak, tetapi juga mental, keberanian, kesiapan teknis, dan kemampuan membaca situasi di tempat asing.
Sumber: Lihat artikel asli